Feb 23, 2010

Posted by herys in Perkawinan | 0 comments

Memperkuat Citra Diri

Memperkuat Citra Diri

Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.

Roma 15:7

Kemampuan untuk menerima orang lain menunjukkan kemampuan kita untuk menerima diri sendiri. Penolakan terhadap kekurangan atau kelebihan orang lain memberi gambaran kepada kita bagaimana kita menghargai diri sendiri, dan dengan apa kita menghargai diri sendiri.

Timbulnya problem relasi antara suami istri yang secara umum juga terjadi dalam relasi antarsesama, sebagaimana digambarkan dalam Efesus 4:29-32 berawal dari gambaran yang salah tentang diri sendiri maupun orang lain.

“Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.” Efesus 4:29 – 32

Ukuran yang Salah Dari Pembandingan

Di dalam pemikiran, kita mempunyai “gambaran” mengenai bagaimana seorang suami atau istri seharusnya akan bertindak. Gambaran ini sangat sempurna, sangat ideal, dan hal ini kemungkinan besar tidak dapat dicapai. Sekalipun begitu,  kita setiap hari menilai diri kita sendiri berdasarkan “gambaran” ini! Dan sejak kita tidak dapat mencocokkan standard idealis, kita menderita. Berikut ini mungkin gambaran kita mengenai istri dan suami yang sempurna.

Gambaran Istri yang Sempurna

Dia selalu penuh kasih, sabar dan berpengertian. Dia pengatur yang baik, dengan keseimbangan sempurna antara disiplin dan keluwesan. Rumahnya selalu rapih dan ditata dengan baik, dan anak-anaknya patuh kepada setiap perintahnya. Dia tidak cepat marah di saat anak-anaknya lupa mengerjakan tugas mereka. Dia enerjik dan tidak pernah lelah, setelah sehari penuh bekerja dan dia masih merawat anak-anaknya pada waktu malam. Dia bersosialisasi dengan tetangga-tetangganya dan mengambil makanannya untuk dibagikan kepada tetangganya yang sakit dan membutuhkan. Dia terlihat segar dan menarik sepanjang waktu meskipun memakai celana jeans dan sweater, dia memelihara tamannya, atau pergi menghadiri jamuan makan malam. Rambutnya selalu ditata sesuai dengan keinginannya dan tidak pernah kusam. Kuku-kuku jarinya tidak pernah rusak. Dia selalu membuat perencanaan supaya senantiasa bugar, makanan yang seimbang untuk seisi rumahnya dan menarik diri dari pesta-pesta. Dia berjalan dengan penuh iman kepada Tuhannya setiap hari dan mempelajari serta menghafal ayat-ayat Alkitab.

Gambaran Suami yang Sempurna

Dia cepat bereaksi, memiliki waktu khusus untuk membaca Alkitab dan berdoa dan kemudian mengambil beberapa menit untuk berolah raga. Dia tidak pernah lupa untuk memeluk dan mencium istrinya sebelum berangkat bekerja. Dia terus-menerus sabar menghadapi para bawahan di tempatnya bekerja, dia selalu puas dengan hasil pekerjaannya, dan mempunyai kreatifitas untuk menyelesaikan setiap permasalahan. Dia bekerja keras, tidak pernah membuang-buang kesempatan dan pulang ke rumah tepat waktu setiap hari. Dia pembaca yang baik untuk peristiwa-peristiwa yang terjadi di dunia, peristiwa-peristiwa politik, dan isu-isu sosial utama. Dia “tukang” yang baik yang siap membetulkan segala sesuatu yang rusak di rumah, dan tidak pernah menolak ajakan anak-anaknya untuk bermain bersamanya. Dia dikenal di dalam pertemuan-pertemuan dan tidak pernah lelah membantu orang lain yang membutuhkannya. Dia dapat secara luas mengutip kebenaran ayat-ayat Alkitab dalam sekali lihat, mempunyai iman yang lebih kuat. Ia mengambil waktu untuk berpuasa dan berdoa kalau ada permasalahan di rumah tangganya sebelum menyelesaikan permasalahan tersebut. Dia tidak pernah berkecil hati, tidak pernah tergesa-tega, dan selalu menerapkan firman Tuhan di dalam segala keadaan. Dia tidak pernah kehilangan barang-barangnya, selalu membersihkan giginya setiap selesai makan, tidak mempunyai masalah dengan berat badannya, dan mempunyai waktu untuk memancing.

Apakah kita masih akan menambahkan hal-hal ideal yang kita miliki ke dalam daftar di atas? Saya umumkan bahwa kita tidak akan menemukan seorangpun yang dapat memenuhi gambaran itu. Temukan standar yang benar dalam Tuhan.

Kebenaran Allah: Suatu Standar Citra Diri yang Baru

Dengan mengacu kepada Firman Allah, kita dapat menemukan betapa kita berharga dan bernilai di hadapan Allah kita. Silahkan meneliti kebenaran dalam kitab-kitab berikut ini:

  • Kejadian 1:26 – 29
  • Mazmur 139: 13 – 16
  • Mazmur 139: 17 – 18
  • Matius 6: 25 – 26
  • Matius 10:29 – 31
  • Johanes 3:16-17

Prinsip Membangun Rumah Tangga

Ketika kita dan pasangan kita menemukan nilai kita di hadapan Allah, seperti yang diuraikan di dalam ayat-ayat Alkitab di atas, kita dapat menolong orang lain mengatasi ketakutan mereka dan membuat mereka menjadi seperti yang inginkan Allah bagi mereka.

Test: Apakah Saudara termasuk orang yang memiliki penghargaan diri yang baik? Beri angka 3 jika sering, 2 jika kadang-kadang, dan 1 jika jarang sekali.

  • Takut terhadap perubahan
  • Takut terhadap penolakan
  • Kepandaian meningkatkan identitas diri
  • Suka menyalahkan diri sendiri
  • Mudah kecil hati
  • Asyik dengan pengalaman masa lalu
  • Sikap tidak mau disalahkan
  • Prestasi sangat penting
  • Posisi atau jabatan memberikan kebanggaan yang besar
  • Kurang percaya diri
  • Suka mengkritik orang lain
  • Membandingkan diri sendiri dengan orang lain
  • Takut kepada kegagalan
  • Cenderung percaya kepada situasi terburuk
  • Dapat dilumpuhkan oleh ketidakmampuan
  • Kekayaan meningkatkan kepercayaan diri
  • Sulit menetapkan makna sebuah relasi
  • Bersembunyi dibalik kelemahan
  • Mencoba menguasai orang lain dengan cara “tampak  baik”
  • Mencari identitas dengan cara berkumpul dengan orang-orang penting

Jumlah 20-29 baik, 30-49 cukup, 50-60 kurang

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay

Social Bookmarking

Artikel Terkait

Leave a Reply