Posted by herys in Pertumbuhan Rohani | 0 comments
Membangun Keluarga Di Atas Batu
Membangun perkawinan yang diberkati Kristus sama seperti orang bijaksana yang mendirikan rumahnya di atas batu. Ketika hujan, angin, dan banjir melanda, rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.
Diberkati Kristus bukan sekedar perkawinan yang dilaksanakan di gedung gereja, tetapi perkawinan yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang seimbang. Seimbang di sini menunjuk pada apa yang tertulis dalam Alkitab, ” Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?” 2 Korintus 6:14. Memaksakan hanya sekedar melangsungkan perkawinan di gereja tidak menjadikan perkawinan itu diberkati Kristus, jika salah satu atau keduanya tidak dalam posisi telah dipindahkan dari kerajaan gelap menuju kerajaan terang seperti tertulis dalam Efesus 5:8 “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan.”
Tidak sedikit orang menikah di gereja hanya sekedar untuk syarat dapat menikahi pria atau wanita Kristen dan setelah itu terjadi pengingkaran terhadap Kristus. Yang terjadi berikutnya hanyalah kisah penderitaan atau rumah tangga itu tersapu bersih seperti rumah yang dibangun di atas pasir yang terkena hujan badai.
Keyakinan adanya hubungan yang benar dengan TUHAN melalui Kristus merupakan pondasi yang benar dalam perkawinan. Perkawinan bukan sekedar penyatuan fisik tapi juga jiwa. Penyatuan fisik dapat dilakukan oleh siapa saja (sesungguhnya itu bukan penyatuan yang sesungguhnya) tetapi penyatuan jiwa dan roh hanya terjadi karena karya Roh Kudus. Oleh karena itu Kristus secara tegas mengatakan tentang mereka yang perkawinannya diberkati Kristus, “Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” Mat 19:6
Perhatikan gambar berikut ini:

Menjadi satu hanya dapat terjadi ketika kedua-duanya telah menjadi manusia terang karena menerima dengan iman penebusan yang dilakukan oleh Kristus Yesus. Penebusan itu yang menyebabkan seseorang kembali memiliki hubungan dengan Allah dan berpotensi untuk berada dalam otoritas Allah senantiasa. Alkitab menggambarkan hubungan dan otoritas itu sebagai berikut. “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Yohanes 15:5
Karena masing-masing terhubung dengan Allah, maka ada penyelaras yang menjadikan perbedaan di antara pasangan tersebut menjadi satu.
Jika saudara belum yakin terhadap hubungan saudara dengan Allah, klik Mengenal Allah Secara Pribadi.

