Posted by herys in Mengasuh Anak | 0 comments
Legenda Mama Super
Lebih cepat dari anak-anak yang berlarian, Barbara Rainey, co-author dari buku ‘Menjadi orang tua Anak-anak Remaja sekarang’ (Parenting Today’s Adolescent), memahami tekanan untuk menjadi sempurna.”Tekanan itu akibat dari harapan-harapan yang kita miliki yang mungkin tidak sesuai dengan kehendak Tuhan” demikian ibu dari 6 orang anak ini menjelaskan. “Allah jelas menghendaki iman kita tumbuh dan supaya kita dapat membesarkan anak-anak agar menjadi orang dewasa yang saleh.Saya kira kita sering mengalami kesulitan untuk mencapai tujuan itu”.
Perasaan gagal muncul ketika anak-anak anda tidak terlibat dalam aktivitas yang baik atau di sekolah favorit dan anda menjadi kecewa. Pandangan bahwa saudara adalah orang Kristen yang tidak baik jika tidak melayani orang sekitar anda dan aktif dalam kegiatan gereja membuat ibu-ibu merasa bersalah.ditambah lagi keinginan untuk berolah raga, menata rumah dengan rapi, membantu persiapan suami.semuanya dapat membuat ibu-ibu putus-asa.
“Sering kali di balik senyuman kita ada rasa frustasi yang memuncak dan akan muncul dalam bentuk-bentuk yang lain.” tulis Carol Kuyhendall, Direktur pelayanan untuk ibu-ibu,”Kita kurang sabar, mudah marah dan sering sakit kepala”.
Bersyukur, dengan kuasa Allah,sebagai sumber kekuatan, ibu-ibu dapat mengalahkan perasaan kecewa dan menghancurkan tipu daya iblis. Ibu-ibu hanya perlu memenuhi harapan yang paling penting yaitu harapan Allah.
Prioritas Allah pada anda berbeda sebagai ibu yang memiliki anak-anak, sebagai single atau sebagai ibu tanpa anak. Harapan-harapan Allah juga berbeda antara satu orang dengan yang lain, hanya Allah yang dapat mengatakan kepada anda apa yang dapat dan tidak dapat saudara lakukan. Dengan kata lain hanya Allahlah yang dapat menilai saudara.
Nancy Kern frustasi menghadapi tekanan untuk menjadi ibu yang sempurna dari dua anak laki-lakinya, apalagi ketika anak keduanya menyita perhatiannya.Ia begitu aktif, menyebabkan berbagai masalah di sekolah dan dihatinya.” Saya tidak tahu bagaimana menolong dia agar dapat tenang dan menyesuaikan diri di sekolah,” kata Nancy.
Nancy sadar bahwa dia harus membuang segala pandangan tentang kesempurnaan. Sekarang tujuan utamanya adalah mengasihi anak-anaknya dan memperkenalkan mereka pada Yesus.
Ibu-ibu rumah tangga juga menghadapi pandangan bahwa mereka memiliki banyak waktu untuk kegiatan sosial,gereja atau kegiatan-kegiatan lain yang membutuhkan komitmen. “Saya merasa kecewa dan merasa bersalah karena tidak melakukan hal-hal itu.”kata Nancy.”Tetapi saya sadar jika hari itu Allah menghendaki saya untuk mengajar atau membacakan cerita untuk anak saya itu saja yang akan saya lakukan .” Nancy bertahan untuk lebih memperhatikan anak-anak dan keluarga dari pada aktif berbagai macam kegiatan. Sekarang anak-anaknya sudah dewasa dan menikah dan membangun keluarga kristen yang bahagia.
Sebagai wanita karir, Cindy Coron juga memahami apa kehendak Tuhan bagi dirinya.Sebagai istri dan ibu dari dua anak remaja dan dua anak asuh remaja, Cindy tahu bahwa tekanan untuk menjadi ibu yang super datang dari dalam dirinya dan bukan dari Allah.Cindy berkata,”Sejak lama,jika ada hal-hal yang salah terjadi atau kurang.Saya yakin itu adalah tanggung jawap saya. Sekarang saya tahu bahwa dalam Kristus tidak ada penghakiman.” Ia sadar jika ia masak nasi terlalu kasar tidak ada yang akan meninggal. Juga, jika ia tidak dapat mempersiapkan masakan makan malam, beli makanan dan lauk pauk matang juga tidak apa-apa. Walaupun begitu Cindy mengakui bahwa ia membutuhkan pertolongan dari Allah dan suaminya. Ia atau suaminya bergantian harus ada di rumah pada jam-jam pulang sekolah: tiga hari Cindy bekerja di Rumah; dua hari yang lain Alan yang di rumah. Ini adalah pengorbanan tetapi mereka menanggung bersama.”Kami ingin mereka tahu bahwa pulang sekolah ada orang tua yang sedang menunggunya.”
Enam tahun lalu, Janet Lecy harus melihat kembali prioritas-prioritasnya ketika ia pindah dengan keluarganya, seorang anak berumur dua tahun, satu tahun dan satu lagi masih dikandung. Janet adalah ibu rumah tangga sepenuhnya di rumah. Ia merasa terjebak dalam situasi dan perkembangan keluarga. Suaminya, Jerry selalu membawa mobil satu-satunya untuk bekerja. Untuk membantu, Jerry memberi kesempatan Janet satu hari seminggu untuk membawa mobil sementara Jerry menjaga anak-anak di rumah.
“Suatu hari, saya memikirkan segala hal yang ingin saya lakukan, ke mall atau ke toserba untuk berbelanja.” Kata Janet, “Tetapi Tuhan menghendaki saya untuk menghabiskan waktu dengan Jerry dan anak-anak.” Jadi satu hari seminggu Janet pergi ke taman, Kadang ia membaca buku atau Allkitab, kadang berdoa atau memuji Tuhan.

Tegoeh Hari Santosa

