Oct 20, 2009

Posted by herys in Movements Maker | 0 comments

Hamba TUHAN Yang Bertobat

Hamba TUHAN Yang Bertobat

Purpose Driven Life campign bukan saja telah dimanfaatkan oleh gereja-gereja untuk membangun pertumbuhan jemaat, tetapi juga telah menjadi berkat di Lembaga Pemasyarakatan, khusunya untuk para narapidana. Berikut ini beberapa kesaksian dari mereka yang mendapat berkat.

HAMBA TUHAN YANG BERTOBAT

Kisah dari LP Tangerang

Namaku Markus (bukan nama sebenarnya). Sebenarnya aku malu bersaksi, aku adalah orang yang tidak tahu diri. Sebelum aku masuk ke dalam Lembaga Pemasyarakatan ini, aku adalah seorang pelayan Tuhan yang melayani di sebuah gereja di daerah Jakarta Barat. Ketidak mampuanku menguasai diri, akhirnya berdampak pada kehidupanku.

trans Hamba TUHAN Yang BertobatWalaupun aku telah terjun dalam dunia pelayanan, namun kehidupanku sesungguhnya tidaklah mencerminkan seorang hamba Tuhan. Aku berlaku munafik di dalam hidup ini. Ketika aku harus melayani, dan berada ditengah-tengah anak Tuhan, aku berlaku seperti seorang malaikat suci, tetapi ketika aku berada dalam dunia lain, aku seperti srigala berbulu domba yang gemar berganti-ganti wanita. Bagiku tiada hari tanpa wanita.

Satu perkara akhirnya membawa aku berada di LP ini, dan dua tahun lebih aku harus menjalani masa hukumanku.Untuk mengisi hari-hariku di Lembaga Pemasyarakatan ini, setiap hari aku mengikuti kebaktian. Walau aku tidak pernah mendapatkan berkat-berkat dari setiap Firman yang di taburkan dalam setiap ibadahnya. Latar belakangku yang telah menjadi pelayan Tuhan, membuat aku ogah-ogahan untuk serius mendengar firman Tuhan, karena aku berfikir aku sudah mengerti akan ayat yang disampaikan. Kesombonganku menutup berkat-berkatku.

Sampai akhirnya aku mengikuti program Purpose Driven ini. Buku Purpose Driven Life karangan Rick Warren dibagikan kepada setiap narapidana termaksuk aku, namun aku menerimanya dengan dingin, karena aku tahu aku tidak akan pernah membacanya. Tapi entah kenapa, pada suatu hari saat aku tidak melakukan apa-apa di dalam kamar selku, iseng-iseng aku mulai membaca buku ini. Halaman demi halaman mulai kubaca dengan serius, aku tidak lagi mengikuti anjuran dalam membaca buku ini untuk menyelesaikannya selama 40 hari, tetapi dalam seminggu aku telah menyelesaikannya. Setelah selesai membaca buku ini, aku semakin mengerti apa yang menjadi tujuan aku dilahirkan di muka bumi ini. Walaupun aku tadinya seorang pelayan Tuhan, namun tujuan hidupku sesungguhnya adalah, uang, kedudukan dan wanita.

Program ini menyadarkan aku, untuk kembali ketujuan Allah dalam hidupku “Menyenangkan Dia yang telah mengasihi ku.” Mulai saat itu semangatku untuk kembali melayani Dia semakin bertambah-tambah dan kini aku memulainya dalam pelayanan di Lembaga Pemasyarakatan ini. Aku bersyukur, aku boleh mengikuti seluruh program ini sampai selesai. Bagiku pribadi,program ini mendatangkan berkat-berkat yang luar biasa bagiku. Melalui program inilah aku diubahkan. Tuhan Memberkati

DENDAM YANG TERHAPUS

Kisah dari LP Wanita Tangerang

Apa yang aku alami saat ini, merupakan mimpi buruk dalam hidupku. Aku tidak pernah membayangkan sebelumnya, bahwa aku akan hidup di balik terali besi. Aku dilahirkan 34 tahun yang lalu, ditengah-tengah

keluarga yang tidak berkecukupan. Ayah dan ibuku China dari jakarta. Aku diberi nama Linda (bukan nama sebenarnya)  oleh orang Tuaku.Masa kecilku kulalui dengan biasa-biasa saja, bahkan boleh dibilang aku harus melaluinya dengan keringat, karena aku harus ikut membantu ekonomi keluarga.

Aku yang dulu bebas bercengkerama dengan siapapun, kini harus menerima kenyataan, bahwa aku seorang narapidana yang hidup di balik terali besi dan terasing dari keluarga besarku. Beban berat dan stress yang aku alami dalamrumah tanggaku, khususnya di bidang ekonomi setelah kelahiran anakku yang kedua, akhirnya membawa aku ke dalam dunia peredaran obat-obatan. Diskotik demi diskotik aku jelajahi hampir setiap malam, untuk membawa barang pesanan, sampai akhirnya aku dikhianati teman dan dijebloskan ke penjara. Aku menjadi seorang napi yang divonis 3 tahun 10 bulan

Dunia sepertinya kiamat bagiku, karena aku tidak pernah membayangkan jalan hidupku seperti ini, rasa kuatir, kecewa, takut,dendam dan benci terus menerus muncul dalam hatiku. Aku tidak dapat menerima kenyataan bahwa aku dikhianati oleh teman baikku sendiri. Pada saat itu timbul dalam pikiranku untuk membuat perhitungan dengan teman yang membuat aku seperti ini, selepas aku dari Lembaga Pemasyarakatan. Bulan demi bulan perasaan itu terus kupelihara dan setiap saat terus membara dalam hatiku. Tapi aku bersyukur kini menjelang kebebasanku pada tanggal 17 Agustus ini, hidupku tidak lagi dipenuhi dengan kekecewaan, balas dendam dan kebencian. Perubahan yang aku dapatkan ini, berkat pelajaran dari program Purpose Driven Life. Aku menemukan hal-hal yang baru dalam hidupku. “Diciptakan Untuk Menjadi Serupa dengan Kristus” adalah tema favoritku,karena melalui pelajaran inilah aku mampu menyelesaikan keinginan balas dendam dan kebencian di dalam hatiku. Sehingga kebencian yang pernah ada dalam hatiku akhirnya pergi meninggalkanku.

Aku berjanji setelah keluar nanti, aku tidak akan pernah kembali lagi pada kehidupanku yang lama,karena sekarang aku tahu apa tujuan hidupku di muka bumi ini, yaitu menyenangkan hati Bapa.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay

Social Bookmarking

Artikel Terkait

Leave a Reply