<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>FamilyLife &#187; Mengasuh Anak</title>
	<atom:link href="http://www.lpmi.org/category/mengasuh-anak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.lpmi.org</link>
	<description>student movement</description>
	<lastBuildDate>Tue, 23 Feb 2010 03:54:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Legenda Mama Super</title>
		<link>http://www.lpmi.org/legenda-mama-super/</link>
		<comments>http://www.lpmi.org/legenda-mama-super/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 01:25:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herys</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengasuh Anak]]></category>
		<category><![CDATA[legenda]]></category>
		<category><![CDATA[mama]]></category>
		<category><![CDATA[super]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lpmi.org/?p=185</guid>
		<description><![CDATA[Lebih cepat dari anak-anak yang berlarian, Barbara Rainey, co-author dari buku ‘Menjadi orang tua Anak-anak Remaja sekarang’ (Parenting Today’s Adolescent), memahami tekanan untuk menjadi sempurna.”Tekanan itu akibat dari harapan-harapan yang kita miliki yang mungkin tidak sesuai dengan kehendak Tuhan”  demikian ibu dari 6 orang anak ini menjelaskan. “Allah jelas menghendaki iman kita tumbuh dan supaya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lebih cepat dari anak-anak yang berlarian, Barbara Rainey, co-author dari buku ‘Menjadi orang tua Anak-anak Remaja sekarang’ (Parenting Today’s Adolescent), memahami tekanan untuk menjadi sempurna.”Tekanan itu akibat dari harapan-harapan yang kita miliki yang mungkin tidak sesuai dengan kehendak Tuhan”  demikian ibu dari 6 orang anak ini menjelaskan. “Allah jelas menghendaki iman kita tumbuh dan supaya kita dapat membesarkan anak-anak agar menjadi orang dewasa yang saleh.Saya kira kita sering mengalami kesulitan untuk mencapai tujuan itu”.</p>
<p><span id="more-185"></span>Perasaan gagal muncul ketika anak-anak anda tidak terlibat dalam aktivitas yang baik atau di sekolah favorit dan anda menjadi kecewa. Pandangan bahwa saudara adalah orang Kristen yang tidak baik jika tidak melayani orang sekitar anda dan aktif dalam kegiatan gereja membuat ibu-ibu merasa bersalah.ditambah lagi keinginan untuk berolah raga, menata rumah dengan rapi, membantu persiapan suami.semuanya dapat membuat ibu-ibu putus-asa.</p>
<p>“Sering kali di balik senyuman kita ada rasa frustasi yang memuncak dan akan muncul dalam bentuk-bentuk yang lain.” tulis Carol Kuyhendall, Direktur pelayanan untuk ibu-ibu,”Kita kurang sabar, mudah marah dan sering sakit kepala”.</p>
<p>Bersyukur, dengan  kuasa Allah,sebagai sumber kekuatan, ibu-ibu dapat mengalahkan perasaan kecewa dan menghancurkan tipu daya iblis. Ibu-ibu hanya perlu memenuhi harapan yang paling penting  yaitu harapan Allah.</p>
<p>Prioritas Allah pada anda berbeda sebagai ibu yang memiliki anak-anak, sebagai single atau sebagai ibu tanpa anak. Harapan-harapan Allah juga berbeda antara satu orang dengan yang lain, hanya Allah yang dapat mengatakan kepada anda apa yang dapat dan tidak dapat saudara lakukan. Dengan kata lain hanya Allahlah yang dapat menilai saudara.</p>
<p>Nancy Kern frustasi menghadapi tekanan untuk menjadi ibu yang sempurna dari dua anak laki-lakinya, apalagi ketika anak keduanya menyita perhatiannya.Ia begitu aktif, menyebabkan berbagai masalah di sekolah dan dihatinya.” Saya tidak tahu bagaimana menolong dia agar dapat tenang dan menyesuaikan diri di sekolah,” kata Nancy.</p>
<p>Nancy sadar bahwa dia harus membuang segala pandangan tentang kesempurnaan. Sekarang tujuan utamanya adalah mengasihi anak-anaknya dan memperkenalkan mereka pada Yesus.</p>
<p>Ibu-ibu rumah tangga juga menghadapi pandangan bahwa mereka memiliki banyak waktu untuk kegiatan sosial,gereja atau kegiatan-kegiatan lain yang membutuhkan komitmen. “Saya merasa kecewa dan merasa bersalah karena tidak melakukan hal-hal itu.”kata Nancy.”Tetapi saya sadar jika hari itu Allah menghendaki saya untuk mengajar atau membacakan cerita untuk anak saya itu saja yang akan saya lakukan .” Nancy bertahan untuk lebih memperhatikan anak-anak dan keluarga dari pada aktif berbagai macam kegiatan. Sekarang anak-anaknya sudah dewasa dan menikah dan membangun keluarga kristen yang bahagia.</p>
<p>Sebagai wanita karir, Cindy Coron juga memahami apa kehendak Tuhan bagi dirinya.Sebagai istri dan ibu dari dua anak remaja dan dua anak asuh remaja, Cindy tahu bahwa tekanan untuk menjadi ibu yang super datang dari dalam dirinya dan bukan dari Allah.Cindy berkata,”Sejak lama,jika ada hal-hal yang salah terjadi atau kurang.Saya yakin itu adalah tanggung jawap saya.  Sekarang saya tahu bahwa dalam Kristus tidak ada penghakiman.” Ia sadar jika ia masak nasi terlalu kasar tidak ada yang akan meninggal. Juga, jika ia tidak dapat mempersiapkan masakan makan malam, beli makanan dan lauk pauk matang juga tidak apa-apa. Walaupun begitu Cindy mengakui bahwa ia membutuhkan pertolongan dari Allah dan suaminya. Ia atau suaminya bergantian harus ada di rumah pada jam-jam pulang sekolah: tiga hari Cindy bekerja di Rumah; dua hari yang lain Alan yang di rumah. Ini adalah pengorbanan tetapi mereka menanggung bersama.”Kami ingin mereka tahu bahwa pulang sekolah ada orang tua yang sedang menunggunya.”</p>
<p>Enam tahun lalu, Janet Lecy harus melihat kembali prioritas-prioritasnya ketika ia pindah dengan keluarganya, seorang anak berumur dua tahun, satu tahun dan satu lagi masih dikandung. Janet adalah ibu rumah tangga sepenuhnya di rumah. Ia merasa terjebak dalam situasi dan perkembangan keluarga. Suaminya, Jerry selalu membawa mobil satu-satunya untuk bekerja. Untuk membantu, Jerry memberi kesempatan Janet satu hari seminggu untuk membawa mobil sementara Jerry menjaga anak-anak di rumah.</p>
<p>“Suatu hari, saya memikirkan segala hal yang  ingin saya lakukan, ke mall atau ke toserba untuk berbelanja.” Kata Janet, “Tetapi Tuhan menghendaki saya untuk menghabiskan waktu dengan Jerry dan anak-anak.” Jadi satu hari seminggu Janet pergi ke taman, Kadang ia membaca buku atau Allkitab, kadang berdoa atau memuji Tuhan.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-192" title="tegoeh" src="http://lpmi.org/wp-content/uploads/2009/10/tegoeh.jpg" alt="tegoeh Legenda Mama Super" width="78" height="88" /></p>
<p><strong><em>Tegoeh Hari Santosa</em></strong></p>
<br/><a href="http://www.Tagenie.com/submit.php?url=http://www.lpmi.org/legenda-mama-super/&title=Legenda+Mama+Super" target="_blank"><img src="http://www.Tagenie.com/bookmark.gif" border="0" alt="Social Bookmarking" title="Legenda Mama Super" /></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lpmi.org/legenda-mama-super/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MENGARAHKAN ANAK PANAH</title>
		<link>http://www.lpmi.org/mengarahkan-anak-panah/</link>
		<comments>http://www.lpmi.org/mengarahkan-anak-panah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 03:51:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herys</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengasuh Anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak panah]]></category>
		<category><![CDATA[mengarahkan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lpmi.org/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[“Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.” Mazmur 127:4
Anak panah akan mengarah sesuai bidikan pemanahnya. Terlebih yang melepaskan anak panah adalah pahlawan. Tak kan meleset! Seperti itulah anak-anak di tangan orang tuanya.
Apa yang dinyatakan dalam firman Tuhan ini menjelaskan betapa berat tangung jawab orang tua dalam mendidik anaknya. Namun tanggung jawab [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.” Mazmur 127:4</p>
<p>Anak panah akan mengarah sesuai bidikan pemanahnya. Terlebih yang melepaskan anak panah adalah pahlawan. Tak kan meleset! Seperti itulah anak-anak di tangan orang tuanya.</p>
<p>Apa yang dinyatakan dalam firman Tuhan ini menjelaskan betapa berat tangung jawab orang tua dalam mendidik anaknya. Namun tanggung jawab yang besar ini sekaligus memberikan sukacita yang besar ketika anak panah mengenai sasaran yang ditargetkan oleh Allah. Sebaliknya, jika dilepaskan menjauh dari target yang ditetapkan Allah maka akan menghasilkan penderitaan bagi orang tua, anak itu sendiri dan lingkungannya.</p>
<p><span id="more-178"></span>Tentang hal ini satu arahan penting yang diberikan Tuhan kepada orang tua tercatat dalam Efesus 6:4 “&#8230;bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.”</p>
<p>Perhatikan bahwa perintah itu mengontraskan antara membangkitkan amarah dengan mendidik di dalam ajaran dan nasihat Tuhan. Dengan kata lain, membangkitkan amarah pada anak hanya akan menjauhkan anak dari target Allah.</p>
<p>Mengapa membangkitkan amarah pada anak akan menjauhkan anak dari target Allah? Gambaran tentang kebenaran tersebut terungkap melalui anak muda ini.</p>
<p>Ia mengusap air mata di wajahnya. Air mata kebencian yang dingin, pahit dan membuat frustasi. Kebencian atas masyarakat dan semua kekuasaan, terutama kekuasaan ayahnya dan gereja. Ia selalu ingat bagaimana pukulan kejam ayahnya sering menimpanya tanpa sebab. Bahkan saat itu ia tidak lagi bisa menangis ketika kepalan dan cambuk menghantam tubuhnya. Saat ini semuanya terasa lebih sakit ketika gereja mengasingkannya. Dalam sebuah sel kecil tanpa cahaya, tanpa alas selain jerami di atas batu-batu, hanya ditemani Peter si tikus yang seolah hanya satu-satunya teman yang mengerti tentangnya, dan kecoak-kecoak yang menyebarkan aroma pesing.</p>
<p>Semua ini ia jalani karena ia berpikir di luar apa yang diajarkan di seminarinya, Tylis Theological Seminary. Karena itu ia harus menjalani hukuman yang begitu keras. Hingga akhirnya ia dikeluarkan dari seminari. Soso, demikian teman-temannya memanggilnya, bertekat untuk menjadi pemimpin yang berkuasa. Dia selama ini ditindas oleh kekuasaan, dan sekarang ia ingin menaklukkannya. Kariernya di partai komunis menanjak begitu cepat. Dan orang yang lahir dengan nama Josep V. Dzugashvili ini dikenal dalam sejarah sebagai Joseph Stalin.</p>
<p>Stalin adalah orang terkejam selain Adolf Hitler, dan paling brutal yang pernah dicatat dalam sejarah. Ia bertanggung jawab atas kematian banyak manusia dari pada yang dilakukan orang lain, kecuali Hitler.</p>
<p>Seandainya ia mendapatkan kasih dan didikan dari ayahnya, dan disiplin yang benar dari seminarinya, mungkin ia akan menjadi pastor yang membawa banyak orang mengenal Kristus dan bukan sebaliknya membawa hampir seperempat dunia menjauhi Allah sebagai ateis dan komunis. (dikutip dari Failures who change history, Donald S. H. Besore)</p>
<p>Inilah faktanya: seorang anak tak punya kuasa untuk melawan kekuasaan yang besar atasnya. Dia mungkin tak berdaya melawan ayahnya ketika diperlakukan dengan buruk. Dia hanya bisa memendam kemarahan itu, memampatkannya hingga tekanan yang sangat tinggi. Dan meledak menjadi perlawanan kepada dunia ketika ia sudah merasa bisa hidup mandiri.</p>
<p>Kita para orang tua tentu tidak mau merugi pada masa tua kita, ketika anak-anak tidak lagi tinggal di rumah kita, dan kita hanya bisa memandang mereka dengan rasa sesal atas didikan yang kita berikan selagi mereka muda.</p>
<p>Tuhan mengingatkan hal ini selagi kita bisa mengubahnya sekarang. Atau &#8230; semua terlambat!</p>
<br/><a href="http://www.Tagenie.com/submit.php?url=http://www.lpmi.org/mengarahkan-anak-panah/&title=MENGARAHKAN+ANAK+PANAH" target="_blank"><img src="http://www.Tagenie.com/bookmark.gif" border="0" alt="Social Bookmarking" title="MENGARAHKAN ANAK PANAH" /></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lpmi.org/mengarahkan-anak-panah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
