<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>FamilyLife &#187; Isu-isu Keluarga</title>
	<atom:link href="http://www.lpmi.org/category/isu-isu-keluarga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.lpmi.org</link>
	<description>student movement</description>
	<lastBuildDate>Tue, 23 Feb 2010 03:54:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Iman Keluarga Karier</title>
		<link>http://www.lpmi.org/iman-keluarga-karier/</link>
		<comments>http://www.lpmi.org/iman-keluarga-karier/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 14:10:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herys</dc:creator>
				<category><![CDATA[Isu-isu Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[karier]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[maker]]></category>
		<category><![CDATA[movement]]></category>
		<category><![CDATA[mover student]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lpmi.org/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.
Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hai <strong>isteri</strong>, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.</p>
<p>Hai <strong>suami</strong>, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela. Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, karena kita adalah anggota tubuh-Nya.</p>
<p><span id="more-1"></span>Hai <strong>anak-anak</strong>, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu—ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.</p>
<p>Dan kamu, <strong>bapa-bapa</strong>, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.</p>
<p><strong>Mana yang utama: Iman, keluarga, karier?</strong></p>
<p>Mungkin kita tak bermaksud untuk membuat kesalahan pada pilihan yang sudah kita buat. Tetapi mengutamakan salah satu berarti mengorbankan yang lain. Ketiga hal itu: iman, keluarga, dan karier bagaikan hubungan seorang ayah, ibu, dan anak. Haruskah kita mengatakan ayah lebih utama dari pada yang lainnya dalam sebuah keluarga? Atau ibu lebih utama? Atau mungkin anak lebih utama? Mungkin kita sepakat  bahwa semuanya harus berjalan secara seimbang, tetapi benarkah kita sudah bertindak secara seimbang?</p>
<p><strong>Iman</strong></p>
<p>Alasan yang paling masuk akal adalah Tuhan harus menjadi nomor satu dalam hidupku. Benar bahwa Tuhan adalah yang terutama ketika hal ini menyangkut hubungan dan persekutuan pribadi dengan Dia. Hubungan kita dengan Allah melalui Kristus tidak dapat digantikan oleh illah manapun maupun ciptaan apapun. Demikian juga persekutuan kita dengan Dia tidak dapat ditukar dengan apapun. Tetapi jikalau kita tidak sedang diminta membuat pilihan untuk menyangkal Tuhan, maka persekutuan kita dengan Tuhan tidak akan merampas keluarga dan karier kita.</p>
<p>Persekutuan kita dengan Tuhan justru semakin indah ketika kita membangunnya dalam keluarga dan karier yang sangat dinamis. Iman kita kepada Tuhan justru diuji melalui keluarga dan perjalanan karier kita. Di dalam kehidupan keluarga dan karier, kita akan menjumpai banyak kesulitan yang mengharuskan kita untuk semakin mempercayai Dia. Berdasarkan penelitian, 90% pengusaha ternama di dunia adalah orang-orang yang percaya kepada Tuhan dan 65% sungguh-sungguh melibatkan Tuhan dalam bisnis dan karier mereka.</p>
<p>Kesalahan yang sering terjadi adalah kita terlalu sibuk melakukan aktifitas pelayanan atas nama Tuhan yang justru menggantikan persekutuan pribadi kita dengan Tuhan, bahkan mengesampingkan keluarga dan karier dalam pekerjaan.</p>
<p><strong>Keluarga</strong></p>
<p>Pernahkan Anda mendengar di sebalik suksesnya seorang laki-laki ada seorang wanita yang menjadi penolongnya? Istri adalah penolong yang sepadan yang diciptakan Tuhan untuk laki-laki. Sebaliknya, di balik kegagalan seorang laki-laki ada seorang wanita lain yang menjadi perongrongnya. Ha-ha! Perhatian yang benar pada keluarga akan mendorong pertumbuhan karier seseorang. Jadi bukan alasan yang tepat jikalau berlindung dibalik perhatian yang besar kepada keluarga tetapi sesungguhnya ada  kemalasan atau ketakutan menghadapi tantangan dunia. Keluarga tidak sekedar membutuhkan persekutuan tetapi juga kebanggaan.</p>
<p><strong>Karier</strong></p>
<p>Orang-orang yang berhasil meraih uang yang besar kerap kali bersikukuh mengatakan demi keluarga. Ironisnya hal itu disampaikan pada saat istrinya tidak percaya lagi atau bahkan anak-anaknya menjadi pecandu. Sesungguhnya memang tidak sedikit orang yang menyukai uang dan jabatan. Dan demi uang atau jabatan ia rela melakukan apa saja. Tetapi uang atau juga karier jabatan tidak dapat menebus hutang kita  akibat memberikan perhatian terlalu sedikit pada persekutuan dengan keluarga atau dengan Tuhan.</p>
<p><a rel="nofollow" href="http://1422247.sigclick.mailinfo.com/sigclick/00050604/030C064E/02024804/21146181.jpg" target="_blank"></a></p>
<br/><a href="http://www.Tagenie.com/submit.php?url=http://www.lpmi.org/iman-keluarga-karier/&title=Iman+Keluarga+Karier" target="_blank"><img src="http://www.Tagenie.com/bookmark.gif" border="0" alt="Social Bookmarking" title="Iman Keluarga Karier" /></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lpmi.org/iman-keluarga-karier/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
